hehehe.. mengingat posting terakhir yang terlalu provokatif, dan juga respon org baik di comment are maupun personally, langsung.. membantai md.. heuehueheu.. I felt the necessary to wrap up the discussion in a feelgood way.
Okay, my problem here is trying to use the word racism in a positive way, while the real word has a negatice meaning afterall. So, I guess I have to explain my version of racism, okay?!
jadi ginih, for me, racism is acknowledging the difference. pengakuan bahwa tiap tiap ras itu berbeda. jawa beda dengan batak beda dengan aceh beda dengan sunda beda dengan banyak lagi ethnicity yang lain. YUP! sama dengan pengakuan bahwa white anglo (aryan) beda dengan negro beda dengan cina, although I'm not sure beda dengan jew (memisahkan jew sebagai ethnicity [israelite] atau sebagai agama.. ituuhh.. membingungkan.. jadi sebaiknya tidak di include).
bedanya my version of racism adalah.... pengakuan perbedaan disini bukan untuk digunakan sebagain senjata untuk meng-undermine-kan yg lain dan men-superior-kan yang lainnya. jadi, memang benar bahwa jawa beda dengan aceh, tapi BUKAN berarti jawa lebih baik daripada aceh, betul? memang benar jawa beda dengan batak dan suku suku lainnya. tapi BUKAN berarti jawa lebih baik daripada sukusuku lainnya, ya kan?! nah, karna itu lah.. sebenernya.. my criticism di last posting, adalah usaha usaha (baik disadari maupun tidak) untuk meng-jawa-isasi-kan indonesia. dimana indonesia memiliki banyak suku lain. salah satu contohnya? mungkin, kebaya sebagain baju nasional yang sangat dianjurkan untuk dipakai diacara2 nasional. klo begitu, apakabar baju daerha lainnya.. my concern is.. dengan kita terlalu khawatir akan perbedaan2.. kita malah meng-homogenised our cultures yang betapa unik dan indah indahnya...
tolong.. mari kita lestarikan... mari kita 'akui', kita acknowledge perbedaan perbedaan ituh... mungkin kalo tiap tiap suku punya kesempatan yang sama dengan suku jawa untuk mendeklarasikan dan memperkenalkan kebudayaannya pada indonesia, mungkin gerakan separatis itu tidak perlu.. toh kita semua setara dalam payung merah putih.. ya kan?
maksutnya?
the idea I proposed here is, otonomi daerah untuk tiap tiap bagian di indonesia dengan pemerintahan pusat sebagai 'pengontrol' atau 'pemantau' otonomi tersebut. jadi klau sudah melencang dsb, baru.. ditegur dan di-tindak-lanjuti. jadi, mungkin aga kya amerika ato kya australia. masing2 daerah berkembang lah! klo perlu berkompetisi lah untuk berkembang.. jangan sampai, untuk mau berkembang, harus nunggu ijin dan nunggu approval dari pusat.. maapkan, pusat punya banyak sekali urusan, jadi nanti terhambat. dan klo mengandalkan pusat terus.. ya ngga heran lah klo banyak org jawanya.. pusat kan di tanah jawa! dan karna tanah jawa (ie. puusat) jadi central of the universe here, jadi aja banyak org yg mencari kesempatan untuk maju di PUSAT, karna di daerah mah.. huhuhu.. maap yah, took ages to improve.
jadi... to make it short and simple, racism versi md itu adalah, pengakuan perbedaan2 ras dan ethnicity dan pengakuan bahwa ras2 tersebbut adalah Equal, dan tentu saja, penolakan homogenising indonesia..
jangan lah..
biarkan negara kita cantik dengan perbedaan.. majukan indonesia dengan cara majuakn daerah masing2.. klo org2 udah berlomba2 memajukan daerahnya.. what could be better than that?!
ayoooo... hidup INDONESIA!!
*geuleuh kiyeu urang euy..heuheuheuhe*
PS: buat yg offended dengan membandingkan kartini dengan cut nyak dien...heuehueheu.. maap yah, emang beda sih tipe perjuangan cut nyak dien (lebih kemerdekaan indonesia) dan kartini (lebih kemajuan wanita di indonesia).... maap euy.. itu mah lagi heated nulisnya, jadi yg kepikiran.. ya ditulis ajah..hahahhahahaha
maap yaa...
jadiiii, skaraaanngg... is everyone happy or at least feel better with their own position?
no more ethnicity quarrel yaaa.. heuheuheue..
tapi cukup menyenangkan juga yah jadi provokator..heuheuheue
dah ah.. maapkan aku ya Allah... maapkan aku juga para org jawa.. dan maapkan aku teman2ku semua...
smoga bermanfaat yaa
Monday, 16 May 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment