kulihat pada bunga yang setengah membuka
aneka warna yang merona
kulihat pada mata yang bertanya
kerinduan akan rasa yang mendamaikan
kulihat pada senyum yang terkulum
sebuah pinta berbagi kebahagiaan
kulihat pada kesal yang tertunda
kekuatan harapan memperbaiki diri
kulihat pada gunung yang kokoh menjulang
kerendah-hati-an yang mengayomi
kulihat pada hati yang luka
wadah menampung kasih sayang dunia
kulihat pada jiwa yang mencinta
kerinduan mengenali Sang Maha
maka kutundukkan mataku
ku simpan semua dalam dalam
mengisi jiwaku
penuhi relung hatiku
hingga tumpah ruah semua
cahaya menyilaukan
menerangi jalan setapak
menuju sebuah dunia
kita hidup bersama
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Sunday, 21 January 2018
Sunday, 28 May 2017
memandang bulan
dimulai dari langit gelap
bulan baru muncul
sabitnya seperti perahu sampan
menggantung sepi di lautan awan
semakin lama semakin penuh
hingga perlahan bulat tak jenuh
berkilauan cemerlang di langit malam
ditemani bintang-bintang temaram
lalu perlahan kembali berkurang
bagai teriris
sepotong sepotong menghilang
hingga tersisa sabit terakhir
yang menutup malam
dengan telungkup
sebelum gelap menelan
dan menanti lagi
putaran baru
menyambut bulan puasa, saya buat puisi ini sebetulnya puisi anak
puisi yang bisa kita persembahkan sebagai pembuka pengenalan bulan ramadhan, tentu karena betapa pentingnya melihat bulan di awal dan di akhir bulan ini, tapi juga karena ini satu jalan untuk menikmati, mengagumi dan bersimpuh penuh syukur atas kedamaian dan keindahan yang dibawa bulan.
demikian.
salam ramadhan.
Wednesday, 19 March 2014
poetry haven
Sedang bekerja mempersiapkan kata pengantar untuk buku kami yg akan diusahakan terbit sebentar lagi, seperti kata Ayu Utami, 60% pekerjaan dari menulis adalah membaca. Jadi saya kemarin bayar 60% nya. Dan nemu inih surga puisi. Nagih dong di top 500 nya. Adem banget bacanya.
Sambil disambi favorit saya JokPin. Betul-betul pengantar tidur yg keterusan bikin ketagihan.
Sampai detik ini saya jadi suka banget ama Frost, dan John Donne, tambahan kesukaan kesukaan saya sebelumnya.
Here's one I'd like to share with you.
Sambil disambi favorit saya JokPin. Betul-betul pengantar tidur yg keterusan bikin ketagihan.
Sampai detik ini saya jadi suka banget ama Frost, dan John Donne, tambahan kesukaan kesukaan saya sebelumnya.
Here's one I'd like to share with you.
No Man Is An Island
-John Donne
No man is an island,
Entire of itself,
Every man is a piece of the continent,
A part of the main.
If a clod be washed away by the sea,
Europe is the less.
As well as if a promontory were.
As well as if a manor of thy friend's
Or of thine own were:
Any man's death diminishes me,
Because I am involved in mankind,
And therefore never send to know for whom the bell tolls;
It tolls for thee.
Entire of itself,
Every man is a piece of the continent,
A part of the main.
If a clod be washed away by the sea,
Europe is the less.
As well as if a promontory were.
As well as if a manor of thy friend's
Or of thine own were:
Any man's death diminishes me,
Because I am involved in mankind,
And therefore never send to know for whom the bell tolls;
It tolls for thee.
Thursday, 12 December 2013
hujan
sekali kali - atau malah seringkali - perlu juga kita nikmati hal-hal kecil.
berikut saya tulis di akhir tahun 2012, tapi rasanya cocok betul dengan musim Desember ini.
Aku jatuh cinta pada hujan.
Maka awan hitam yang berat
kunanti bagai surat
dari kekasih yang lama pergi.
Ada rasa senang meletup-letup
ketika tampak awan hitam
berkumpul di kejauhan.
Juga cemburu yang membuncah
ketika awan itu pecah menabur berkah
sebelum mencapaiku.
berikut saya tulis di akhir tahun 2012, tapi rasanya cocok betul dengan musim Desember ini.
Aku jatuh cinta pada hujan.
Maka awan hitam yang berat
kunanti bagai surat
dari kekasih yang lama pergi.
Ada rasa senang meletup-letup
ketika tampak awan hitam
berkumpul di kejauhan.
Juga cemburu yang membuncah
ketika awan itu pecah menabur berkah
sebelum mencapaiku.
Friday, 6 December 2013
a little gift
bersama dengan template baru dan judul baru blog ini, saya sampaikan sebuah puisi dari Wordsworth yang saya kagumi:
I wandered lonely as a cloudThat floats on high o'er vales and hills,When all at once I saw a crowd,A host, of golden daffodils;Beside the lake, beneath the trees,Fluttering and dancing in the breeze.
Continuous as the stars that shineAnd twinkle on the milky way,They stretched in never-ending lineAlong the margin of a bay:Ten thousand saw I at a glance,Tossing their heads in sprightly dance.
The waves beside them danced; but theyOut-did the sparkling waves in glee:A poet could not but be gay,In such a jocund company:I gazed—and gazed—but little thoughtWhat wealth the show to me had brought:
For oft, when on my couch I lieIn vacant or in pensive mood,They flash upon that inward eyeWhich is the bliss of solitude;And then my heart with pleasure fills,And dances with the daffodils.
Subscribe to:
Posts (Atom)