dimulai dari langit gelap
bulan baru muncul
sabitnya seperti perahu sampan
menggantung sepi di lautan awan
semakin lama semakin penuh
hingga perlahan bulat tak jenuh
berkilauan cemerlang di langit malam
ditemani bintang-bintang temaram
lalu perlahan kembali berkurang
bagai teriris
sepotong sepotong menghilang
hingga tersisa sabit terakhir
yang menutup malam
dengan telungkup
sebelum gelap menelan
dan menanti lagi
putaran baru
menyambut bulan puasa, saya buat puisi ini sebetulnya puisi anak
puisi yang bisa kita persembahkan sebagai pembuka pengenalan bulan ramadhan, tentu karena betapa pentingnya melihat bulan di awal dan di akhir bulan ini, tapi juga karena ini satu jalan untuk menikmati, mengagumi dan bersimpuh penuh syukur atas kedamaian dan keindahan yang dibawa bulan.
demikian.
salam ramadhan.
Teramat indah...
ReplyDeleteini juga kereen
ReplyDelete<3
ReplyDelete