Sunday, 28 May 2017

memandang bulan

dimulai dari langit gelap
bulan baru muncul
sabitnya seperti perahu sampan
menggantung sepi di lautan awan
semakin lama semakin penuh
hingga perlahan bulat tak jenuh
berkilauan cemerlang di langit malam
ditemani bintang-bintang temaram
lalu perlahan kembali berkurang
bagai teriris 
sepotong sepotong menghilang
hingga tersisa sabit terakhir
yang menutup malam
dengan telungkup
sebelum gelap menelan 
dan menanti lagi
putaran baru

menyambut bulan puasa, saya buat puisi ini sebetulnya puisi anak
puisi yang bisa kita  persembahkan sebagai pembuka pengenalan bulan ramadhan, tentu karena betapa pentingnya melihat bulan di awal dan di akhir bulan ini, tapi juga karena ini satu jalan untuk menikmati, mengagumi dan bersimpuh penuh syukur atas kedamaian dan keindahan yang dibawa bulan.

demikian.

salam ramadhan.

3 comments:

© wondering clouds 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis