Terutama saat dianugrahi luangnya waktu sendiri. Sehingga sering kali pikiran dan perasaan melayang ke sana ke mari. Lalu hinggap di sebatang pohon rimbun yang berdiri pasrah. Pohon kerinduan. Buah-buahnya yang ranum berkilauan biasanya serupa tokoh-tokoh penting di kehidupan kita masa lampau. Atau tidak jarang tempat-tempat yang mengantungi kejadian-kejadian yang penuh kesan. Yang jelas, buah-buah itu semua paling mencolok, merebut perhatian dan jika kita terlena memakannya, setiap gigitannya akan membawa kita mabuk masa lalu.
Little that we know, that the green leaves, the dainty twigs and muscular branches, the strong trunk and the wavy roots all carry meaning and heavy sentiments in themselves.
They are what we long for.
Mereka lah yang kita rindukan.
Rasa nyaman peluk kasih bunda. Rasa aman keberadaanya.
Rasa bangga dipuja mereka. Manis pahit diperhatikan orang yang kita sayang.
Rasa aman dikelilingi teman dekat, kemanapun ku tersesat, teman dekatku selalu siap menyelamatkan.
Rasa hangat dikelilingi kasih dan sayang. Rasa tenang selalu bisa mengandalkan seseorang atau dua atau sepuluh atau berapapun.
Rasa rasa ini diantarkan oleh gambaran memori yang bermain lantang dibenak. Begitu egois, begitu menuntut dan mengikat, seperti film di bioskop enggan diganggu.
Jika bukan pada buah aku merindu, antarkan rinduku padaku.
Biarkan ia tumbuh kokoh menjulang. Dalam hutan kenangan, yang ku simpan untuk kunjungan mendatang. Entah kapan.
Berbayang siluet rindu yang diantar angin bertiup sendu. Berbisik merdu sebuah tanya, "mengapa engkau merindu?"
"Tidak kah kau temui lagi semua rasa yang kau rindu?"
"Tidak kah kau rasa lagi semua yang pernah kau temu?"
Pada rindu aku belajar.
Pada Mu aku bersyukur.
Sunday, 7 May 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
haii masi nulis gening kamu
ReplyDeletebagus banget tulisannya
saya udah lama ga baca
lupa rasanya gimana baca tulisan bagus
yg ini ngingetin
hatur nuhun