Friday, 28 February 2014

Februari bulan kelabu

Baik, kembali melaporkan rangkuman cuaca Bandung bulan per bulan. Hal ini menjadi penting untuk rekomendasi liburan (yang mau ke Bandung), bikin kegiatan outdoor, atau apapun lah. Pokonya mah penting! hehe

Bulan Februari ini sunggu kelabu. Terutama setelah meletusnya gunung Kelud di pertengahan Februari, tepatnya sehari sebelum Valentine Day. Mungkin juga itu yang mengakibatkan mood dewa cuaca cepat berubah. Perubahan ekstrim dalam jangka waktu dekat berulang ulang terjadinya. Seperti hati yang dipermainkan pemberi harapan; sedetik panas, sedetik dingin.

Pada dasarnya bulan Februari ini masih mirip bulan lalu. Angin besar yang memburu. Udara dingin yang menggigit. Hanya saja volume hujan yang berkurang. Hujan sudah mulai jarang, atau turunnya tidak berat. Kalaupun turun deras, tidak lama. Tapi yang memberatkan adalah mendung yang menggayut berkepanjangan. Bikin mata susah melek di pagi hari. Selimut sudah seperti rahasia istri simpanan yang cantik. Berat rasanya untuk berbagi, apalagi dibuka dan disingkap.

Ada kalanya matahari muncul memberi harapan. Terang benderang, bahkan terik! Langit tiba tiba cerah ceria... hanya untuk beberapa jam. Setelah puas menipu orang-orang yang dengan PD keluar rumah tanpa jaket atau hanya dengan celana pendek, maka awan awan kelabu memutuskan, kini saatnya mereka mengepung langit. Kita selimuti matahari. Dan kembali hari menjadi dingin menggigit.

Temperatur udara di bulan Februari seperti emosi remaja yang sedang puber. Naik turun tak tentu tanpa sebab. Sedikit dingin, tiba tiba hangat mesra, dan dalam beberapa detik berubah kembali dingin membatu. Dan persis seperti anak remaja yang selalu mengurung diri di kamar dan sulit dibangunkan dari tidur, cuaca bulan Februari seperti meminta orang orang untuk berkemah permanen di tempat tidur dibalik selimut hangat, dinaungi awan kelabu.

Matahari masih juga di selatan, dan mulai merayap ke utara. Tapi tetap saja awan awan abu menyangkal kesempatan saya berenang atau pun jogging. Hujan dan dingin. Akhirnya bulan ini olahraga didominasi oleh yoga. Bagaimana dengan senja dan fajar? Seperti saya bilang tadi, awan kelabu memonopoli lukisan langit. Warna-warna belum diijinkan muncul menghibur sayatan angin yang beku.

Persiapan Bandung bulan Februari: baju yang berlapis-lapis. Jaket-jaket tipis bertumpuk. Payung dan topi. Ini semua untuk kemudahan berubah mengikuti cuaca yang labil.

Oh ya! Catatan penting! Beberapa hari lalu Bandung diselimuti kabut yang cukup tebal di pagi hari hingga merayap pra-siang. Orang-orang tak kuat menahan diri untuk komentar (terutama di twitter). Banyak yang terkesan -Bandung halimun, seperti kembali ke tahun yang diawali angka 1-

Kabut tipis memang sudah beberapa kali berkunjung. Buat Bandung jadi mistis romantis...

0 comments:

Post a Comment

© wondering clouds 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis