assalam,
ga kerasa udah ramadhan lagih. alhamdulillah.. masih dikasih umur untuk menikmati bulan ternikmat dari segala bulan ini. Trimakasih Gusti.
md kemaren kepikiran betapa bulan Ramdhan ini bulan 'detox' baik hati dan fisik. Hati jelas lah ya, kita diminta nambah ibadah, mengontrol diri dan tidak berlebih lebihan dalam apapun. kalo fisik? makin jelas lagi. makan teratur.. dianjurkan supaya tidak balas dendam, yang ngerokok makin terbatas ngerokoknya.. yang fast food, insya Allah ga napsu lagi makan yg heavy on fat (amin.. amin.. amin.. ya Allah dengar doaku).
salah satu bentuk pelamunan md kmaren kemaren dan bentuk 'detoxification' yang mau md share sama whoever who care to read this post adalah.. penggalian the notion of 'cermin evaluasi'.. mm.. bikin md ga enak hati berhari hari dan kepikiran terus terusan..
dulu jaman md masih kecil, md sangatlah percaya pada karma. karna dulu md gampang banget tersinggung, dan kalo di bandung.. tersinggung itu macam tabu lah. klo tersinggung pasti dibilang pundung kaya pembantu dsb dsb. darisitu, mulai lah md mencari-cari 'Whats wrong with me?' setelah ditelusuri, setiap hal yang bikin md tersinggung, ternyata pernah md lakuin ke orang lain. dengan kata lain, md pernah menyinggung orang lain dengan cara yang sama. darisitu md percaya amat dengan yang namanya karma.
lalu, makin dewasa lah md *insya Allah* makin banyak lah berpikir. tiap kali md merasa tersinggung, md pikirin malemnya sebelum tidur, seringkali sampai beberapa hari terpikirkan.. kenapa md tersinggung. apa yang bikin md tersinggung. gimana bisa sampai demikian, dan akhirnya yang paling penting: kapan dan pernah ngga md menyinggung org dengan cara yang sama? setelah informasi2 itu dikumpulkan, mulailah petualangan baru yang lebih sulit daripada evaluasi itu. yakni, minta maaf. Gusti.. gengsi md yg setinggi langit nyaris memustahilkan md menyentuh kata maaf. Astaghfirullahal adzim.
lebih lagi, md belajar menghindari penggunaan kata-kata pedas (yes, indeed.. md sekarang ini adalah md yg sudah berhasil mengurangi kata kata pedas.. walaupun masih tetep pedas.. tapi percayalah.. I've been worse!).
md jadi belajar 'berani berbuat berani tanggung akibat'. tiap kali md tau md menyinggung orang (baik dengan sengaja maupun dengan direncanakan), md siap dikelak kemudian hari disinggung oleh orang lain. Terus terang, md masih ngerasa, pada titik tertentu menyinggung perasaan orang lain itu perlu. ada alasan alasan tertentu yang bikin hal tersebut perlu.
md juga selalu berpikir bahwa, klo md mau sesuatu, I better start doing it first without expecting people will do it first for me. misalnya nih, md ngerasa rumah perlu dibersihin. udah perlu. md bersihin deh. klo md ngerasa md ga mau bersihin rumah ato misalnya belum saatnya dibersihin atau misalnya jangan dulu dibersihin masih mau dikotorin, md mendingan ga bersihin, daripada ngebersihin tapi sambil ngga ikhlas.
baru baru ini terjadi sebuha obrolan singkat yang silakan di analisa,
dia: md nih, ga pernah nyapa klo ngga gue sapa duluan
md: ha? masa sih?
dia: iya. gue tiap ketemu md pasti selalu gue yg nyapa duluan
jelasnya sih md ngerasa md udah bikin dia tersinggung. abis itu beberapa hari terpikirkan ama md. dan hasil pemikiran md adalah bahwa, kalau dia emang ngeliat md dan mau nyapa md, kenapa harus nunggu md nyapa dia duluan? lagian.. the thing that amazes me is that dia menghitung dan yakin bahwa tiap kali ketemu selalu dia yg nyapa, dan dia INGET!! md ga pernah inget2 klo ketemu org siapa yg duluan nyapa, siapa yg terakhir nyapa, atau giliran siapa yang nyapa. klo emang md mau sapa... ya langsung aja md sapa. beda kasusnya klo md males nyapa atau lebih tepatnya males ngobrol ama dia. md pura pura ga liat lah. menyelinap dari penglihatan dia sebisa mungkin lah. sampai kepergok dan akhirnya dia nyapa duluan dan md ga bisa mengelak. itu beda lagih.. jujur. md ga ngerasa md org tergaul didunia yg harus disapa duluan baru nyapa!
kasus dua.
kemaren dengan jelas jelas dan bluntly, md berusaha keras bikin seseorang tersinggung atau mati kutu dengan kata-kata pedas dari md. kenapa? karna selama ini md seringkali merasa komentar2 dia itu keterlaluan dan pedas. md pernah berusaha 'mengingatkan' dia.. tapi ga mempan. akhirnya md serang aja sekalian. an ambush.
maksud md adalah, dan sekaligus salah md juga sih karna md pikir semua orang dewasa adalah sama bahwa setiap kali ia merasa tertusuk hatinya oleh orang lain, ia akan bercermin kepada dirinya dan bertanya pernahkah saya berbuat demikian kepada orang lain, sebelum kembali menyerang orang itu. md pikir kita sama sama dewasa dan nasehat klise idealis seperti itu adalah pelajaran ppkn yang semua org sudah tau.. walaupun penerapannya masih dalam tanda tanya.
maksud ambush yg md laksanakan itu adalah supaya dia berpikir bahwa 'dibegitukan' itu ngga enak. menyinggung perasaan orang lain. tapi ternyata.. dia ngga merasa seperti itu.
instead of berpikir bahwa 'oh iya ya.. gue suka komentarin org2 dengan pedes abis itu gue ketawain, ternyata ngga enak ya.. ya kapok deh gue', dia malah melancarkan balik kata2 "ini cewek komentar mulu. ga usah komentar lah.. lu kan ngomong ngebales dari komentar gue. ga usah didengerin lah" dengan tampang annoyed ngambeg hal yang jelas jelas dia lebih baik bilang itu sama dirinya sendiri sebelum dia marahin md dengan kata2 dia itu.dan *tebakan md aja sih*, dia bener2 tersinggung ama omongan md. tapi sayang. tujuan mnyinggungnya tidak tercapai.
oleh karna itu md berhenti menyerang dia. md tenangkan hati lalu abis itu md minta maap atas kelakuan md ama dia dan kata2 yg ga enak. sempat berharap dia bakal berpikir bahwa dia melakukan hal yang sama dengan md, dan mungkin setidaknya dia menyadari bahwa dia juga melakukan hal yg sama.... ternyata... sekali lagi kecewa. ternyata dia tidak merasa demikian. dia hanya merasa yang berada dalam kutub negatif tadi adalah md dan memang layak untuk md minta maaf dan mengakui kesalahan sama dia. hfff....
seringkali kita lihat orang mengeluh atas kelakuan burukk orang lain yang jelas jelas, sadar maupun ngga sadar.. kita sendiri melakukannya. jelas md ga akan ngomongin kejelekan temen md yang males bersih2 rumah.. karna jujur.. md males bersih2 rumah. pernahkah terdengar atau terlihat oleh kita seseorang yang membicarakan orang lain yang suka mencela, padahal tanpa sadar dia sendiri sedang mencela orang itu dibalik punggungnya. dan banyak lagi contohnya lah.
md selalu pengen orang-orang menjadikan rasa tersinggungnya itu cermin evaluasi diri. bahwa mungkin saja dimasa lampau pernah dia menyakiti orang lain dengan cara yang sama. toh amal perbuatan kita ada yg dibalas di bumi dan di akhirat. seenggaknya itulah saatnya kita bersyukur. saat kita tersakiti hatinya. bisa jadi saat itu kita sedang dihisab dari dosa kita dimasa lampau. betapa murah hatinya Allah, menghisab kita didunia daripada di akhirat yang membakar. tapi, alangkah bodohnya kita jika hisaban Allah didunia ini tidak dijadikan bekal supaya kita tidak lagi melakukan dosa yang sama dengan dosa yg lalu. alangkah cerobohnya kita jika kita tidak mengambil pelajaran dari rasa sakit atau tersinggung yang kita rasakan. agar kita tidak melakukan aniaya yang serupa kepada makhluk Allah yang lain..
duh Gusti.. tunjukkan aku selalu jalan yang benar dan terbaik menurutMu.
Gusti.. bantu aku kokohkan langkahku dijalan setapak yang menuntun ke ridhoan Mu
Gusti.. kuatkan aku dan mudahkan jalanku dalam menjalankan perintahMu.
amin.
selamat mendekatkan diri kepada Allah.
ramadhan mubarak!
wassalam
Monday, 25 September 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment