today's tutorial topic is Indonesia and sinetron and horror movie.
tentu saja bacaannya itu artikelnya Amrih Widodo yg 'Consuming Passion' ama satu lagi Kantika van Heeren 'Horror as a Space for Religion? And Modes of Representation and Cencorship in (New) Indonesian Cinema'.
anyway.. begitu lah article jurnal yg jadi readings kita sebelum diskusi di tutorial hari ini.
darisitu md jadi melamun lagi:
Mungkin karna itulah majority Indonesian ngga mau ikut campur sama politik. ngga mau pusing ama politik. walaupun hanya 'everyday forms of politics'. karna apa sih? mmm teori md berbicara dari segi media. karna kita selalu dibanjiri oleh hal-hal yang menghindari kita dari berpikir tentang politik. kita "diputus" dari peran kita sebagai citizen yang pengen memajukan bangsanya bagaimanapun caranya. bagaimana caranya?
dengan membombardir kehidupan sehari2 masyarakat dengan gosip, sinetron-sinetron yang "immune" terhadap kondisi sosial atau kondisi politik sehari hari (ya kan? isinya cuma selewengan ini ama itu si ini sombong si ini miskin, si ini kaya, jahat baik.. dll dll), film-film horor yang put us fixated over superstitious stuffs.. criminal violent programs, "Reality shows" that is arguably.. 'unreal', belum lagi kompetisi menjadi artis instant.. habis lah waktu kita.
waktu primer kita paling banyak dihabiskan oleh pekerjaan fulltime kita yang jelas sudah cukup stressful dan sudah cukup meletihkan, pulang kerumah kita pengen yang ringan-ringan sperti sinetron, acara gosip atau misalnya film yang mengagung2kan budaya barat.. oh bukan film aja, musik juga.. yang ikut mempromosikan budaya barat. (not that I have problem with that.. I DO consume western music and more or less living western lifestyle.. ini cuma salah satu cara untuk mengalihkan perhatian kita dari keterpurukan bangsa yang.. KATANYA sih mulai bangkit).
habis lah.
kita dikurung di mimpi-mimpi kita untuk menjadi sperti tokoh2 dalam sinetron (cantik/ganteng, kaya atau at least berpotensial jadi kaya, jujur dan biarpun awalnya sial ahirnya beruntung dan happy ever after), dikurung dalam ketakutan kita akan alam ghaib yang sebenernya (seperti tertera di film2 horor dengan jelas) mereka atau makhluk2 itu ngga akan mengganggu kita kalo ngga kita ganggu duluan.. *kecuali klo kita sial, dan klo sial juga ngeganggunya nggakan terus menerus sampe kita ikut mati*, terkurung sama konsumsi rasa 'lega' melihat sisi negatif para artis yang menujukkan bahwa mereka juga manusia seperti kita dan mengasosiasikan kembali mimpi2 seperti mereka karna pada dasarnya kita sama2 manusia.... kita terkurung dalam angan-angan dan mimpi mimpi dan ketakutan berlebihan... oh nooooooo.....
klo dipikir, alasan kenapa kita ngga mau ikut campur ato ngga mau liat berita2 yg depressing itu .. m.. karna kita letih dengan politik yang semua cuma gila kuasa dan ga ada yg bisa dipercaya.. si ini tuduh korupsi.. si itu tuduh korupsi.. bencana disini bencana disitu, flu burung, demam berdarah.. pengakit dsini penyakit disana.. ga ada habis habisnya.. kita jadi letih bikin kita udah seperti pasrah akan apa yg dilakuin pemrintah walaupun sebenernya ga mau pasrah tapi klo ngga pasrah kita bisa ngapain ato mau ngapain dan gimana caranya. belum lagi pendapat "klo gue sendirian sih ngga akan ngaruh" yang menuntut kehadiran orang lain untuk mulai bergerak.
tapi, klo dipikir lagi.. apa kita ga letih nonton gosip, nonton acara2 kriminal yang extremely violent disiang bolong dimana anak anak kecil ngeliat "oh.. mukulin org ampe babak belur itu nggak papa toh.. org polisi juga begitu kok" terlepas dari org itu bersalah ato ngga.
pantesan aja kita ngga punya waktu buat mikirin sama sama sebagai bangsa gimana kita mau merubah masa depan bangsa buat anak2 kita.. pantesan aja kita pasrah dan menuntut presiden melakukan perbaikan dan menunggu2 sampai perbaikan itu datang dan klo ngga datang2 kita ikut menggerutu bahkan mungkin ikut demo turunkan presiden sekarang.. pantesan aja perubahan menuju lebih baik itu datangnya sangat lambatttttttt... orang kebanyakan org cuma berharap pemrintah yg ngelakuin smuanya tanpa ikut berpartisipasi.. huhuhu.. lucu
kita ngga mau ikut2an depresi ngedenger berita berita yang 'supposedly are public interests issue', seperti UMR, fasilitas kesehatan atau jaminan keselamatan pekerja, dll dll. kita pikir.. yang pantes dengerin berita itu cuma org pemerintah. kecapean dan penat dan letih sama pekerjaan dikantor.. pengennya yg ringan ringan aja ah kya Glen ama Dewi Sandra ahirnya nikah ato Tora Sudiro menyunting wanita.. (Gosh.. I made up this issue alrite! I dont even know if Tora have already married or no.. I am so dated in terms of celebrity gossip.,, makanya contohnya glen ama dewi sandra..haeuhiueahieua).
kita mendingan nonton percaya ngga percaya liat hantu sapa tau hantunya deket rumah gue dsb dsb..
pantesan banyak yg ngga mau peduli dengan kepemerintahan dan kehidupan sebagai masyarakat indonesia. kyanya ini awalnya taktik jaman suharto supaya org2 ngga ngomongin politik dan supaya kekuasaan dia abadi ditangan suharto dan keluarga. now that Suharto is gone.. we already internalised that habit of avoiding citizenry and public policy of political issues. kita udah kebiasaan jadi sampe sekarang involvement kita masih macet.
jadi gimana? well, alhamdulillah, I think and I hope we are getting sick of those sinetron and those gossip shows and violent criminal shows. smuanya yg sensationalised the issue. mendramatisir keadaan yang sebenernya relevansi dengan kehidupan kita kurang. I wish we are all sick of those thing and STARTED to STOP watching those programs and then their ratings will drop, and then they have to find or create other formula or program that will interest people. START watch those 'public related' programs that enrich our knowledge.. let us heighten their ratings. ask for more similar educating programs.... like what? in my opinion, things like tourism stuff yang memperkenalkan kita dengan negara kita sendiri.. yang ngeliatin sudut2 dan seluk beluk masyarakat indonesia. yang klo ada org luar yg nanya 'if I wanna go to Indo, where should I go to the place that less foreigner and still authentically Indonesian,?'... obviously.. we wouldnt say jakarta or bali. TET TOT!
atau klo ada acara kya anak seribu pulau.. that will be incredibly amazing man! belajar budaya bangsa. tuh kan.. ngga perlu acara2 yang bikin kita makin depresif sama keadaan Indonesia.. tapi memang sulit ya? itu juga bagus tuh.. republik BBM. klo mau liat diskusinya dan klo emang penasaran cara berkontribusi atau involve in building new Indonesia. dan tentunya, start form NOW and form yourself. jangan nungguin org lain karna ngga akan datangsperti kata aa Gym.. jagalah hati (loh?!)
tapi itu kan my view as Indonesian outside Indonesia. as Indonesian who rarely watch Indonesian tv. as Indonesian who am out of touch with the 'reality of real majority of Indonesian'. can anyone enlighten me of what was happening right now in Indonesia?? I miss my country.
Tuesday, 3 October 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment