md mikir:
- pertama.. dengan authorising freeport untuk exploit papua dan merusak environmentnya.. udah gitu yg dapet uang sampe gembul itu ya org2 pusat. org2 jkt. org2 papuanya yang smestinya dapet jatah karna tanahnya di eksploitasi: cuma dapet 5%nya mungkin kurang. belum lagi mereka yg dapet limbahnya, belum lagi mereka yang tempat hidupnya dirusak,terutama banyak dari mereka yg masih tribal societies hidup di menggantungkan diri pada environment: maka.. kacaulah mereka environmentnya di habiskan dan di rusak.. oh wahai orang papua......I feel guilty for being ignorant and do nothing
- kedua.. program transmigrasi.. buat org lokal papua cuma tambahan peracunan tanah papua aja. more than 80% 'proper' job in Papua was done by immigrant from other part of Indonesia. biarpun ada universitas di papua.. org papua yg blajar disitu cuman 30%.. dan itu recent number.. yg palig banyak menikmati pendidikan *not to mention pendidikan yang layak* adalah immigrant dan keluarganya bukan indigenous papuan... klo org papua asli karna bnyk yg tinggal di pedalaman yg sulit terjangkau transportasi biasa.. maka jaranglah mereka yg mengenyam pendidikan. mengingat tanah mereka yg di eksploitasi oleh pusat.. dan besarnya untung yg diraup dari eksploitasi itu *freeport is the biggest tax payer in Indonesia*, tidak layak kah kita berterimakasih kepada mereka dengan memberikan pendidikan yg layak kepada mereka.. *at least...*
- dari sejak jaman terbentuknya papua, semenjak kita masih berebutan papua dengan belanda.. papua udah punya gerakan kemerdekaan sendiri. dari awal mereka memang pengennya merdeka. cuma bisa bisanya suharto aja tuh waktu act of free choice dikasih sama UN *dan UN tau sih cuman karna UN basically itu dominasi US dan US ga mau nantang indo karna takut indo ikut2an komunis*, Suharto milih org2 papua yg boleh nge vote untuk free choice itu siapa aja: yang pastinya hasilnya adalah org2 tersebut mau berintegrasi dengan Indonesia. tentang keikhlasan mereka berbuat seperti itu.. wallahualam...
dan sekarang.. para anggota OPM itu pun disiksa.. org2 papua makin banyak yg human rightsnya violated by the military operations and so on. *and OH GOD.. I feel betraying my own dad feeling and writing this way, though I also feel inhuman if I justify the act of human rights violation as 'repressing separatism movement'*
and this is when I become a dying nationalist.. I keep thinking.. shouldnt we give them a chance for self-determination. klo mereka mau rusak.. mau makin di eksploitasi sama negara asing (ie. australia).. silahkan lah.. asalkan itu kemauan mereka sendiri. asalkan itu pilihan mereka sendiri. toh kita ga akan bersalah menyiksa mereka yg mau merdeka.. meraup keuntungan dari rusaknya tanah hidup mereka dan merampok hasil tanah mereka *papua is the biggest coal mining and gold mining in the world*... at least klo mereka dikasih chance for self-determination dan mereka pilih untuk merdeka, uang freeport datang ke mereka sendiri biarpun misalkan ntarnya dikorup sama mereka sendiri. biarpun misalnya mereka makin ga bisa jaga tanah mereka yg udah rusak, bisarpun misalnya org2 mereka makin bodoh karna pendidikan makin susah.. tapi at least.. that's what they want and that's what they choose to be. siapa sih kita untuk mendikte mereka apa yg paling baik untuk mereka?
kita boleh aja ikut2 marah ama australia karna ngasih 43 org itu refugee status.. tapi coba kita liat.. what have we done to those papuans?
so, what should I choose? my humanity? or my nationalistic attitude?
oh God.. I feel that I have betray my dad and all the people who sacrifice their life in the fight against those separatist movement, yet I also feel that I have betray my fellow Indonesian since I am, being ignorant, indirectly rejecting their very basic right: self-determination.
God.. please lead us with your Guidance.. bring us to our conscience.. and show us.. what should we do to rectify all the bad things we've done to those Papuans..
smoga Allah membimbing kita dan menjauhkan kita dari perbuatan yang merugikan
amin
0 comments:
Post a Comment