Baru selesai baca Pulang-nya Leila S. Chudori.
Efeknya sungguh menggelegar.. sampai sekarang masih membekas rasa pedih, terlena dan kagum. Tapi seperti setelah membaca dua buku sebelum ini, ada yang mengganggu dan bikin tidak nyaman.
Pada masa-masa membaca buku lahap-dalam-sekejap, sepertinya menderu-deru sekali nafsu membaca ini. Apalagi pada waktu jatah bacaan-pagi.
Setiap pagi, sehabis bangun tidur saya baca. Semenjak 2 bulan ini di rumah suami udah ngga langganan Kompas lagi, jadi saya baca buku, kadang baca berita online. Tapi baca online itu tidak pernah memuaskan hati. Jadi lah saya baca buku. Setiap selesai membaca buku yang.. meninggalkan bekas dalam di hati, rasanya gemes sekali pengen baca terusannya. Tapi bukunya sudah tamat. Jadi aja langsung membuka kata pengantar buku baru yang lain. Tapi kok rasanya seperti dosa pada buku sebelumnya yg masih membekas ya?
Biasanya saya sih diam dan membiarkan imajinasi berkeliaran melanjutkan cerita itu. Tapi kadang rasanya pengin dilanjutkan oleh tulisan si penulisnya. Tapi da abis atuuuhhh bukunyaaa..
Rasa bersalah ini juga ketika selesai membaca karya-karya Ayu Utami. Dan demikian juga ketika selesai membaca Karl May, dan ada banyak lagi. Tapi memang tidak semua buku habis dibaca meninggalkan bekas yang dalam.
Ah..
melamun lagi saja lah.
Surti Dimas Vivienne, Lintang Alam Narayana...
Rama..
pulang....